console.kr-asia.com

RAKSASA BANK THAILAND BERI TAMBAHAN MODAL KE AKULAKU 1,43 TRILIUN

Tambahan Modal Rp 1.43 Triliun Diperoleh Akulaku Dari Salah Satu Raksasa Bank Thailand

tambahan modal
cdn.dealstreetasia.com

Akulaku, perusahaan pinjaman online Indonesia yang didukung Jack Ma’s Ant Group, mendapat pendanaan baru sebesar Rp 100 juta atau Rp 1,43 triliun (kurs Rp 14/US$). Salah satu bank terbesar di Thailand.

Tambahan modal dari Siam Commercial Bank Plc. Putaran pendanaan $125 juta (Rp 1,78 triliun) akan menyusul pada tahun 2021 yang dipimpin oleh Silverhorn Group, sebuah perusahaan investasi multi-aset yang berbasis di Hong Kong, kata Akulaku dalam sebuah pernyataan kepada Bloomberg, Selasa.

Tambahan modal ini akan memungkinkan perusahaan yang berbasis di Jakarta untuk lebih memperluas jangkauan geografisnya di Asia Tenggara, kata CEO William Li dalam sebuah pernyataan.

Di Asia Tenggara, investor terlibat dalam penggalangan dana dan perusahaan rintisan untuk secara agresif memperluas dan memenangkan konsumen di salah satu pasar digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Menurut penelitian dari Google, Temasek dan Bain & Co, ekonomi internet di wilayah 650 juta ini akan berlipat ganda menjadi $363 miliar pada tahun 2025.

Baca Juga:  Daftar 8 Aplikasi Crypto Terbaik di Indonesia Pada Tahun 2022
console.kr-asia.com

Sebagai bagian dari upaya ekspansinya, Akulaku juga sedang mempertimbangkan listing di Amerika Serikat melalui merger dengan special purpose vehicle (SPAC) senilai $2 miliar (Rp 28,7 triliun) berdasarkan informasi dari mereka yang mengetahui masalah tersebut. bulan lalu.

Perusahaan fintech ini juga tersangkut kasus hukum Bank Neo Niaga (BBYB) yang diperkirakan akan berlangsung pada kuartal II tahun ini.

Menurut situs resminya, Akulaku, yang didirikan pada tahun 2014, menawarkan layanan perbankan digital, pinjaman konsumen, investasi digital, dan pialang asuransi di Indonesia, Vietnam, Malaysia, dan Filipina.

Menurut dokumen Bloomberg News internal Oktober, perusahaan mengharapkan pendapatan tahunan sebesar $619 juta (Rp8,88 triliun) dan nilai barang dagangan bruto (GMV) sekitar $5 miliar (Rp71,75 triliun) pada akhir tahun 2021.

Selain kiprahnya di sektor fintech, Akulaku juga membidik sektor keuangan lain yang sedang berkembang, yakni sektor perbankan digital. Hal ini terlihat dari keinginan Akulaku untuk membeli PT Bank Yudha Bhakti Tbk dan mengubahnya menjadi bank digital baru bernama PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). PT Akulaku Silvarr Indonesia resmi menjadi pengelola Neo Commerce Bank.

Baca Juga:  Bagaimana Memandang Cryptocurrency Dari Sudut Pandang Investor

 

 

Sumber: cnbcindonesia.com

Originally posted 2022-02-21 13:34:13.

Periksa Juga

Top 5 Token Web3 Terbaik Untuk Investasi Anda di Tahun 2022

Apa Token Web3 Terbaik Untuk Anda Investasi Jangka Panjang Pada Tahun 2022? Belakangan ini istilah …