img.idxchannel.com

PREDIKSI RUPIAH PEKAN DEPAN? AKANKAH MENGUAT SEPERTI PEKAN INI

Rupiah Menguat Secara Signifikan di Awal Pekan Ini

www.pantau.com

 

Data ekonomi domestik yang kuat memperkuat rupiah minggu ini. Memang, geo politik Rusia dan Ukraina yang memanas yang membuat risiko itu hilang.

Mengutip kutipan Bloomberg, pada Jumat tanggal 18 februari, rupiah melemah tipis 0,01% menjadi Rp 14.327 per dolar nya. Rupiah menguat 0,13% dalam satu minggu.

Nilai tukar rupiah kompak Jisdor Bank Indonesia (BI) ditutup 0,26% pada Rp 14.339 per dolar pada Jumat (18/2). pada saat yang sama, nilai tukar Jisdor juga menguat 0,14% dalam satu minggu.

Global Capital Investama Alwi Assegaf mencatat bahwa rupiah bergerak sangat stabil pada minggu ini dan beberapa sentimen juga mempengaruhi suasana. Rupiah menguat secara signifikan di awal pekan ini, di dukung oleh pertumbuhan ekonomi yang positif dan data dari neraca perdagangan.

Sementara itu, akhir pekan kembali bisa memanaskan sentimen eksternal, seperti geopolitik di Rusia dan di Ukraina, serta melemahnya nilai tukar rupiah.

Namun, Alwi mengatakan rupiah cukup tangguh pada minggu ini, meskipun ada ketegangan di Rusia dan di Ukraina dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Fund Rates (FFR).

Baca Juga:  Bagaimana Memandang Cryptocurrency Dari Sudut Pandang Investor

“Data internal mampu mengimbangi tekanan eksternal, sehingga pelemahan rupiah tidak terlalu dalam,” kata Alwi, Jumat tanggal 2 Februari lalu.

Alwi memprediksi rupiah bisa menguat kembali pekan depan jika ketegangan antara Rusia dan Ukraina mereda.

Selain itu, Alwi secara teknikal memprediksi kan kemungkinan rupiah akan bisa menguat di sebabkan tindakan profit taking menyusul penguatan dolar AS karena pelaku pasar yang memperkirakan dan mengantisipasi suku bunga AS yang naik.

Namun, jika perang antara Rusia dan Ukraina berkobar lagi, ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail Zaini memperkirakan rupiah bisa melemah pekan depan.

Selanjutnya, perang dapat menaikkan harga minyak, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan impor Indonesia.

Imbal hasil Treasury AS yang masih tinggi, sekitar 1,98%, juga berdampak negatif terhadap rupiah.

Mikail mengharapkan rupiah minggu depan menjadi Rp 14.400 / dolar AS hingga Rp 14.450 / dolar AS. Sementara itu, Alwi memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.250/US dolar hingga Rp 14.350/US dolar pada pekan depan.

 

 

Sumber : kontan.co.id

Baca Juga:  DAFTAR PILIHAN SAHAM MURAH INI DI PREDIKSI PUNYA PROSPEK CERAH

Check Also

Apakah Berinvestasi Dalam Bitcoin Pada Tahun 2022 Merupakan Ide yang Bagus?

Dunia cryptocurrency meledak pada tahun 2021, dengan orang-orang di seluruh dunia memperhatikan tren dan bahkan …